Hadis 40: 11. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu

PELAJARAN KESEBELAS

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ بْنِ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ.

(رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح)

 


 

Kosa kata:

(حفظ(ت : (saya) menghafal

دَعْ: Tinggalkan

(يريب(ك: Meragukan-(mu)

 


 

Terjemah hadits:

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam dan kesayangannya radhiallahuanhuma dia berkata: Saya menghafal dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata, Haditsnya hasan shahih)

 


 

Kandungan Hadits:

  1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’. 
  2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika di antara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan. 
  3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil. 
  4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.
  5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah. 
  6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.

 


 

Tema hadits dan ayat yang terkait:

  1. Meninggalkan keragu-raguan: 14 : 10, 49 : 15, 2 : 2

 

Hadis 40 Imam Nawawi: Hadis ke 11 - Ustaz Salman Ali