Hadis 40: 33. Pendakwa hendaklah mendatangkan bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya **

HADITS KETIGAPULUH TIGA

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم : لَوْ يُعْطَى النَّاسُ بِدَعْوَاهُمْ، لاَدَّعَى رِجَالٌ أَمْوَالَ قَوْمٍ وَدِمَاءَهُمْ، لَكِنَّ الْبَيِّنَةَ عَلَى الْمُدَّعِيْ وَالْيَمِيْنَ عَلَى مَنْ أَنْكَرَ [حديث حسن رواه البيهقي وغيره هكذا، وبعضه في الصحيحين]

 


 

Kosa kata:

يُعطَى: Diberikan

ادعى: Menuduh

البيِّنة: Bukti

المدعي: Orang yang menuduh

اليمين: Sumpah

انكر: Mengingkari

 


 

Terjemah hadits:

Dari Ibnu Abbas radhiallahuanhuma, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: Seandainya setiap pengaduan manusia diterima, niscaya setiap orang akan mengadukan harta suatu kaum dan darah mereka, karena itu (agar tidak terjadi hal tersebut) maka bagi pendakwa agar mendatangkan bukti dan sumpah bagi yang mengingkarinya“. (Hadits hasan riwayat Baihaqi dan lainnya yang sebagiannya terdapat dalam As Shahihain)

 


Kandungan Hadist:

  1. Seorang hakim harus meminta dari kedua orang yang bersengketa sesuatu yang dapat menguatkan pengakuan mereka. 
  2. Seorang hakim tidak boleh memutuskan sebuah perkara dengan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. 
  3. Pada dasarnya seseorang bebas dari tuduhan hingga terbukti perbuatan jahatnya. 
  4. Seorang hakim harus berusaha keras untuk mengetahui permasalahan sebenarnya dan menjelaskan hukumnya berdasarkan apa yang tampak baginya. 
  5. Bersumpah hanya diperbolehkan atas nama Allah.

 


 

Tema-tema hadits:

  1. Hukum harus ditegakkan : 4 : 65, 24 : 51
  2. Penegakkan hukum harus berdasarkan prinsip yang jelas : 24 : 4, 24 : 23

 

Hadith No 33 150612

Hadith No 33 220612