Hadis 40: 39. Sesungguhnya Allah memaafkan umatku kerana tersalah, terlupa dan dipaksa **

HADITS KETIGAPULUH SEMBILAN

عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ تَجَاوَزَ لِيْ عَنْ أُمَّتِي : الْخَطَأُ وَالنِّسْيَانُ وَمَا اسْتُكْرِهُوا عَلَيْهِ [حديث حسن رواه ابن ماجة والبيهقي وغيرهما]

 


 

Kosa kata:

تجاوز: Melewatkan, memaafkan

النسيان: Lupa

استكرهوا: (Mereka) dipaksa

 


 

Terjemah hadits:

Dari Ibnu Abbas radiallahuanhuma: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah ta’ala memaafkan umatku karena aku (disebabkan beberapa hal) : Kesalahan, lupa dan segala sesuatu yang dipaksa“ (Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Baihaqi dan lainnya)

 


 

Kandungan Hadist:

  1. Allah ta’ala mengutamakan umat ini dengan menghilangkan berbagai kesulitan dan memaafkan dosa kesalahan dan lupa. 
  2. Sesungguhnya Allah ta’ala tidak menghukum seseorang kecuali jika dia sengaja berbuat maksiat dan hatinya telah berniat untuk melakukan penyimpangan dan meninggalkan kewajiban dengan sukarela. 
  3. Manfaat adanya kewajiban adalah untuk mengetahui siapa yang ta’at dan siapa yang membangkang. 
  4. Ada beberapa perkara yang tidak begitu saja dimaafkan. Misalnya seseorang melihat najis di bajunya akan tetapi dia mengabaikan untuk menghilangkannya segera, kemudian dia shalat dengannya karena lupa, maka wajib baginya mengqhada shalat tersebut. Contoh seperti itu banyak terdapat dalam kitab-kitab fiqh.

 


 

Tema-tema hadits:

  1. Toleransi hukum Islam: 22 : 78, 2 : 196
  2. Manusiawi dalam penerapan hukum: 64 : 16

 

Hadith No 39 220213

Hadith No 39 080313

Hadith No 39 150313