SJ-07-0204 : menyebutkan keburukan jenazah

2 posts / 0 new
Last post
Anonymous (not verified)
SJ-07-0204 : menyebutkan keburukan jenazah

salam..

dalam RiyadhusSalihiin bab163:Pujian orang-orang pada mayat, no.947; ada menyebutkan tentang orang-orang yang menyebutkan tentang keburukan jenazah, dan nabi menjawab "wajiblah." iaitu apabila ditanya oleh Umar r.a, nabi SAW bermaksud "wajiblah ia mendapat neraka.engkau semua adalah saksi-saksi Allah di bumi."

pada pandangan kami, ini bertentangan dgn hadith dalam bab152:Apa yang diucapkan di sisi mayit dan apa yang diucapkan oelh orang yang ditinggalkan oleh mayyit, no.917; yang mengatakan "jikalau engkau semua mendatangi orang sakit atau orang mati, maka ucapkanlah yang baik-baik saja.sebab sesungguhnya malaikat itu mengucapkan Amin kepada apa yang engkau semua ucapkan."

soalan:bolehkah ahli panel menerangkan dengan lebih jelas kepada kami tentang kedua tafsir hadith di atas?

mohon pencerahan.

wallahu'alam..

Offline
Joined: 01/01/1970 - 7:30am
Re: menyebutkan keburukan jenazah

:salam

Segala puji bagi Allah Swt dan selawat serta salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad saw. Insya Allah akan kami jawab sekadar kemampuan yang ada.

Apa yang jelas , bagi kami tidak ada pertentangan antara satu sama lain pada ke dua-dua hadis tersebut.Ini kerana hadis yang pertama menceritakan tentang larangan Rasulullah saw daripada menceritakan atau menyingkap keburukan orang yang telah mati.Sebagaimana hadis Rasulullah saw :

لا تسبوا الأمـوات فإنـهم قـد أفـضوا إلى ما قـداموا

“Janganlah kamu mencaci orang yang telah mati , kerana mereka telah memperolehi apa yang mereka usahakan.”(HR Bukhari ,KItab al-Janaiz : 1306 , An-nasaie : 1910)

Manakala hadis kedua pula ialah galakan atau saranan Rasulullah saw agar menyebut tentang perkara-perkara yang baik sahaja berkenaan dengan jenazah tersebut.Dalil adalah sabda Rasulullah saw :

اذكـروا محاسن موتكم وكـفوا عـن مـسـاويهم

“Sebutlah kebaikan orang yang telah mati dari kalangan kamu dan jauhilah dari menceritakan keburukan mereka.” (HR Ab Daud : 4254 , al-Tirmizi : 940, Ibn Hiban : 3084)

Imam Nawawi menerangkan dalam Al-Azkar : bahawa larangan mencaci orang-orang yang telah mati ditujukan kepada orang yang bukan munafik dan orang-orang yang tidak melakukan perkara fasik dan bid’ah secara terang-terangan.Maka golongan yang melakukan 2 kesalahan tersebut , tidak haram menceritakan keburukan mereka bagi memberi peringatan kepada masyarakat agar tidak mengikut jalan dan akhlak buruk yang mereka tunjukkan….. Allahu A’alam

WA

الراجي رحمة ربه الجوّاد
http://aljawhar.wordpress.com