Syiah & Iran: Syeikh al-Qaradhawi Akui Tersilap Tafsir Tentang Pendirian Salafi Saudi

Petikan dari FB Syria Care: Pertubuhan Penyayang Islam Membantu Syria. Syeikh Yusof Al-Qardawi berkata:

Saya telah tersalah tafsir selama ini tentang saudara salafi dan wahabi di Saudi, mereka terlebih dahulu mengetahui Syiah dan Iran lebih dari saya dan selama ini saya memanggil mereka Iran Kuffar walhal hakikatnya mereka adalah MUSUH kita, MUSUH UMMAT ISLAM keseluruhannya. Mereka sebenarnya telah mengkhianati kita sejak sekian lama dan akhirnya, hari ini, semuanya telah jelas. Mereka di Syria dan sedang membunuh saudara seaqidah kita bersama Hizbullah. Jangan panggil mereka Hizbullah, mereka selayaknya digelar HizbulSyaiton dan Allah tiada kaitan dengan mereka.

Saya menyeru seluruh ummah melawan Kuffar dan Syiah dalam Hizbullat.  Mereka ternyata kuffar tanpa sedikit keraguan. Mereka sedang menjalankan operasi pembersihan etnik di Syria dengan tujuan untuk membina 'Negara Syiah Barat' di barat Syria. Dengan terhasilnya negara baru itu, ummah kita akan dibahagikan dan bertambah kecil.

Saya juga telah menyeru semasa khutbah solat Jumaat agar semua umat Islam di seluruh Dunia yang memiliki kekuatan dan alternatif untuk menentang Iran dan Hizbulsyaiton agar pergi sekarang ke Syria dan berjuang mempertahankan tanah Sham dan saya mengucapkan tahniah kepada saudara-saudara kita di teluk Arab atas keputusan baru yang mereka buat beberapa minit lalu bahawa Hizbullat adalah organisasi pengganas dan jika mana-mana ahli hizbullat ditemui di negara-negara teluk akan dibunuh sebagai murtad kafir.

Hari ini, Hizbullat membuat kenyataan kononnya mereka mempertahankan Syria dan menuntut untuk membantu sunni di Syria daripada kuffar. Apa pula seterusnya? Mempertahankan Sunni di Arab dan membawa kebebasan untuk Mekah dengan cara yang sama yang mereka lakukan terhadap Al Qusair? Semoga Allah mengutuk Iran, KETUA segala kejahatan dan Semoga Allah mengutuk hizbulSyaitan dan tulang belakangnya di Iraq dan Semoga Allah memberi kemenangan yang cepat keatas Mujahideen di Syria dan menyembuhkan mereka yang tercedera dan membebaskan mereka yang diculik. Dan seterusnya, Bilad al sham yang dicintai akan datang kembali kepada kita, InsyaAllah.

(Sedutan dari program TV Syari'ah and Life/الشريعة و الحياة" on AlJazeera. 6-3-2013 Mekah time 22:05 GMT time 19:05)

 

 


 

Berikut ini pula petikan dari website Indonesia arrahmah.com:

DOHA (Arrahmah.com) – Ulama Muslim terkemuka Syaikh Yusuf Qaradhawi menyeru kaum Muslimin untuk bergabung bersama Mujahidin untuk memerangi rezim Nushairiyah.

“Setiap Muslim yang terlatih untuk berperang dan mampu melakukan itu (harus) membuat dirinya siap” untuk mendukung para pejuang Suriah, kata Syaikh Qaradhawi di sebuah pertemuan di Doha pada Jum’at pekan kemarin, sebagaimana dilansir Ma’an News Agency.

“Iran mengirimkan senjata dan para lelaki (untuk mendukung rezim Suriah), jadi mengapa kita diam saja?’ katanya, menyebut kelompok militan Syiah “Hizbullah” dengan sebutan “Hizbusyaithan.”

“Hizbulah,” sekutu dekat Iran dan rezim Nushairiyah, secara terang-terangan memerangi Mujahidin Islam di Suriah. Syaikh Qaradhawi menekankan bahwa aliansi Syiah itu dengan terbuka memerangi Muslim Ahlu Sunnah.

“Tokoh Hizbusyaithan datang untuk memerangi orang-orang Sunni.. Sekarang kita tahu apa yang orang-orang Iran (Syiah) inginkan… Mereka ingin melanjutkan pembantaian untuk membunuh orang-orang Sunni,” katanya.

Syaikh Qaradhawi menyesalkan sebelumnya ia pernah mendukung “Hizbullah” dan pemimpinnya Hassan Nasrallah.

“Saya membela yang disebut Nasrallah dan kelompoknya, kelompok tirani…. di depan para ulama di Arab Saudi,” katanya.

“Nampaknya para ulama Arab Saudi lebih dewasa dari pada saya,” lanjtunya.

Tetapi ulama tersebut menekankan bahwa seruannya untuk memerangi “Hizbullah” bukan berarti “memerangi seluruh pemeluk Syiah.”

Saat ini, aliansi Syiah mendominasi jajaran pasukan rezim Bashar Assad dalam memerangi Mujahidin Islam di Suriah.

Menurut sumber Mujahidin yang dijumpai Tim I JITU untuk Suriah di medan jihad Suriah, mengatakan bahwa kini perang di Suriah tidak lagi pertempuran Mujahidin melawan tentara Bashar Assad, melainkan milisi Syiah dari berbagai negara, terutama Lebanon, Irak, Iran, dan Turki.

Tentara Bashar diperkirakan hanya tersisa sedikit, sedangkan yang memperkuat Bashar hari ini adalah para milisi Syiah. Sumber yang sama menyebutkan bahwa pekan lalu,  sekitar 20 ribu milisi Syiah dari luar Suriah dikirim ke kota Tharthus untuk membantu rezim Nushairiyah. 

 

Kategori Berita: