[0006: Babiyyah dan Baha'iyyah] Ensiklopedia Gerakan Keagamaan & Pemikiran jilid 1

TA'RIF
Babiyyah dan Baha'iyyah adalah sebuah gerakan keagamaan yang muncul pada tahun 1260 H/ 1844 M di bawah asuhan Rusia, Yahudi Internasional dan Kolonialis Inggris dengan sasaran utamanya penghancuran 'aqidah Islamiyyah, memecah belah ummat dan memalingkan ummat Islam dari persoalan-persoalannya yang mendasar.

SEJARAH DAN TOKOH-TOKOHNYA
Gerakan ini didirikan oleh Maraz Ali Muhammad Ridha al-Syairazi (1235—1265 H/ 1819—1849 M). Tahun 1260 H/ 1844 M ia memproklamirkan dirinya sebagai 'Bab' Sepeninggal dia, kepemimpinan Babiyyah dilanjutkan oleh Mirza Husain Ali yang bergelar 'Baha'. Karena itu kemudian gerakannya disebut Baha' iyyah. Kitab 'sucinya' bernama Aqdas, ya'ni maha suci. Mirza Husain Ali akhirnya meninggal pada tahun 1892 M.

Tokoh-tokoh Baha'iyyah lainnya ialah:
1. Qurrat al-'ain (1230—1269 H), seorang wanita bejat yang lari dari suaminya dan mengejar kesenangan bersama laki-laki lain (mut'ah). Tahun 1269 H wanita ini mengumumkan penghapusan Syari'at Islam dalam Mu'tamar Badisyta. Kemudian ia dihukum mati oleh Syah pada tahun itu juga.

2. Yahya Ali, saudara kandung Baha' yang bergelar 'Azal. Ia berselisih dengan saudaranya dalam masalah pengganti Bab yang menjadikan dia memisahkan diri. Yahya Ali menulis sebuah buku berjudul al-Alwah. Akhirnya ia dengan para pengikutnya dibunuh oleh saudaranya.

PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA
Kaum Baha'i berkeyakinan bahwa al-Bab adalah pencipta segala sesuatu dengan kata-katanya. Dialah 'dasar' wujudnya segala sesuatu.

Meyakini adanya wihdat al-wujud, menyatunya Tuhan dengan diri manusia.

Selain itu mereka juga meyakini adanya reinkarnasi dan keabadian alam semesta. Pahala dan dosa, kata mereka, hanya untuk ruh, semacam mimpi.

Doktrin angka 19 sangat diperhatikan mereka. Karena itu kaum Baha'i menganggap angka 19 sebagai angka suci, sehingga jumlah bulan dan hari mereka menjadi 19.

Budha, Kong Futse, Brahma, Zoroaster, filosof-filosof India, Cina dan Persia kuno diakui mereka sebagai nabi-nabi. Khusus tentang penyaliban al-Masih, mereka sependapat dengan Yahudi dan Kristen.

Dalam memahami al-Qur'an mereka menggunakan metode ta'wil bathini, ya'ni menafsirkan al-Qur'an dengan ma'na bathin yang disesuaikan dengan madzhab mereka.

Mereka mengingkari mu'jizat para Nabi, hakikat Malaikat, Jin, surga dan neraka.

Sedangkan pandangan mereka terhadap wanita dan harta sama dengan pandangan komunisme. Karena itu mereka mengharamkan hijab bagi wanita dan menghalkan mut'ah (kawin kontrak).

Selanjutnya mereka berkeyakinan bahwa Bab telah menghapus Syari'at Islam. Karena itu mereka mengingkari bahwa menurut pandangan mereka, wahyu akan terus berlangsung turun. Buku-buku mereka pada umumnya sangat bertentangan dengan al-Qur'an.

AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA
Mengamati gerakan ini, kita akan menemukan bahwa pemikiran dan sifat ideologi mereka pada umumnya bersumber dari ajaran-ajaran Budha, Brahma, Zoroaster, Mannu, Mazda, aliran-aliran kebatinan tertentu, Yahudi, Kristen, atheisme, Syi'ah dan warisan-warisan Persia sebelum Islam.

Sedangkan Yahudi, Kolonialis Inggris dan Rusia merupakan dalang yang memainkan semua gerak langkah Babiyyah dan Baha'iyyah.

PENYEBARAN DAN KAWASAN-KAWASAN PENGARUHNYA

Sebagian besar kaum Baha'i tinggal di Iran dan sebagian kecil ada yang tinggal di Iraq, Suriah, Libanon dan Palestina.